Asimo Robot Pintar

Rabu, 09 November 2011

Robot humanoid buatan Honda, Asimo, kini lebih gesit. Ia bisa berlari lebih cepat, bisa menyeimbangkan diri pada permukaan miring, loncat pada satu kaki, dan menuangkan minuman. Kemampuannya bakal bisa digunakan untuk membantu operasi pembersihan di PLTN Fukushima yang rusak.
Honda mendemonstrasikan Asimo ‘baru’ ini pada Selasa (8/11) di fasilitas riset mereka di Tokyo. Mereka membuktikan mesin berkepala bulat ini kini lebih lentur dan sedikit lebih pintar.
Ini merupakan langkah Honda untuk menepis kritik bahwa Asimo, yang tampil perdana pada 2000, tak punya banyak manfaat dalam praktik sehari-hari. Ia hanyalah ‘mainan’ canggih dan lucu untuk mempromosikan merk Honda.
Presiden Honda, Takanobu Ito, mengatakan sebagian teknologi pada Asimo baru ini dikembangkan hanya dalam enam bulan, dengan maksud untuk membantu krisis nuklir yang terjadi di Jepang Utara.

 Menurut Honda, lengan mekanik Asimo bisa membuka dan menutup katup di PLTN Fukushima Dai-ichi. Honda pun sedang berupaya agar Asimo bisa melakukan pekerjaan lainnya sehingga PLTN tersebut kembali bisa dikendalikan.
Ito mengatakan ide awalnya adalah menerjunkan Asimo di PLTN Fukushima. Namun ini tak mungkin karena Asimo tak bisa bermanuver di antara puing, dan komputer canggihnya akan tak berfungsi dalam radiasi.
Namun dalam demonstrasi kemarin, Asimo mampu berjalan tanpa terjatuh melalui rintangan di atas lantai setinggi lebih dari 2 cm. Ia juga mampu berlari lebih cepat dari 2005 lalu, dengan kecepatan 9 km per jam. Pada 2005, ia hanya mampu berlari dengan kecepatan 6 km per jam. Cara berlarinya pun kini lebih halus, tak lagi tampak tersentak-sentak.
Asimo kini juga mampu membedakan suara dari tiga orang berbeda yang berbicara di saat bersamaan. Ia mampu mengetahui bahwa satu orang wanita menginginkan kopi, satu lainnya jus jeruk, dan orang terakhir teh susu.
Kinerja tangan Asimo juga mengalami peningkatan. Jari-jarinya mampu bergerak bebas secara individual, sehingga Asimo bisa berbahasa isyarat. “Nama saya Asimo,” kata sang robot sambil jari-jarinya membentuk simbol namanya. Jari-jari tersebut juga mampu membuka termos dan menuangkan isinya dengan lembut ke dalam gelas.
Ito mengatakan pihaknya telah mengembangkan intelegensi buatan pada Asimo sehingga robot itu mampu bermanuver dalam kerumunan tanpa harus dipandu dengan remote control atau berhenti setiap saat untuk melakukan rekalkulasi pada pemrogramannya.
Namun, aku Ito, masih butuh waktu untuk membuat robot yang bisa diterjunkan dalam tugas-tugas keseharian manusia. Ini berarti Asimo belum akan muncul di rumah-rumah dalam waktu dekat.

Sumber Klik Di Sini
READ MORE - Asimo Robot Pintar

Asteroid Raksasa Melintas Dekat Bumi

Selasa, 08 November 2011

Sebuah asteroid seukuran sebuah pesawat terbang akan melewati Bumi dalam jarak delapan persepuluh dari jarak bulan. Inilah jarak yang paling dekat dengan Bumi dari obyek seukuran ini dalam 30 tahun ini.
Jarak terdekat akan terjadi pada Selasa pukul 18.28 ET (besok pagi WIB) saat asteroid ada dalam jarak  202 ribu kilometer dari planet kita, kata NASA.
Badan antariksa AS ini mengklasifikasikan asteroid itu sebagai "objek berpotensi berbahaya."
Jika asteroid itu sampai menabrak bumi, dapat menyebabkan ledakan 4.000 megaton dan gempa bumi 7,0 skala Richter, menurut para ilmuwan di Purdue University. Jika jatuh ke laut, bisa menyebabkan tsunami setinggi 70 kaki hingga 60 mil dari lokasi kecelakaan, para ahli mengatakan.
Namun, batu angkasa, yang disebut Asteroid 2005 YU55, tidak menimbulkan ancaman tabrakan dengan Bumi, menurut Near Earth Object Program NASA.
NASA berencana untuk mempelajari asteroid dengan antena radar Goldstone di Gurun Mojave California. Antena Goldstone adalah teleskop radio yang sangat sensitif yang digunakan untuk menyelidiki quasar, pemetaan radar planet dan komet.
Para ilmuwan berencana untuk merekonstruksi bentuk asteroid dengan resolusi halus  13 kaki (4 meter) dengan menggunakan antena. Pengamatan juga dijadwalkan di Observatorium Arecibo di Puerto Rico.
Ini juga akan memberikan kesempatan langka bagi para astronom amatir untuk secara langsung mengamati asteroid dengan teleskop
Sumber Klik Di Sini
READ MORE - Asteroid Raksasa Melintas Dekat Bumi

Indonesia VS Kamboja 6 - 0

Timnas Indonesia U-23 memulai langkahnya dengan baik di babak penyisihan Grup A SEA Games XXVI. Dalam pertandingan pertamanya, Patrich Wanggai dan kawan-kawan menang 6-0 atas Kamboja di stadion Gelora Bung Karno Senayan, Senin (7/11) malam.

Gol merah putih masing-masing dicetak oleh: Sundulan penyerang Titus Bonai  di menit 27, tendangan bebas kaki kiri yang cantik oleh Patrich Wanggai di menit 29, sundulan bek Gunawan Dwi Cahyo di menit 35, Wanggai kembali mencetak gol keduanya memanfaatkan umpan silang Okto Maniani di menit 41, gelandang mungil Andik Virmansyah mencetak gol indah di menit 80 dan gol pamungkas dibuat oleh Ramdani Lestaluhu di menit 84.

Dengan hasil ini Indonesia sementara memuncaki klasemen sementara Grup A dengan nilai 3. Sedangkan Malaysia dan Singapura masing-masing berada di bawah Indonesia dengan poin satu. Sedangkan Kamboja sementara berada di urutan paling bawah.

Dalam pertandingan yang disaksikan sekitar 10 ribu penonton tersebut, anak-anak asuhan Rahmad Darmawan memang bermain terbuka. Dari menit awal Rahmad langsung memasang tiga penyerang dan dua gelandang bernaluri menyerang dalam skema 4-3-3.

Susunan Pemain:

Indonesia: 1-Kurnia Meiga; 13-Gunawan Dwi Cahyo, 24-Diego Michiels, 26-Hendro Siswanto (11-Ramdani Lestaluhu 71'), 28-Abdul Rahman, 8-Egi Melgiansyah, 10-Oktovianus Manianni, 17-Ferdinand Sinaga (21-Andik Vermansyah 63'), 18-Stevie Bonsapia, 25-Titus Bonai, 27-Patrich Wanggai (7-Yongki Aribowo 87').

Kamboja: 1-Sou Yaty; 3-Sok Rithy, 4-Sok Sovan, 5-Touch Pancharong, 9-Tum Saray (15-Pov Phearith 57'), 11-Khoun Laboravy, 12-Pheak Rady, 14-Sos Suhana, 16-Chhun Sothearath, 17-Chhin Chhoeun, 18-Phourng Soksana (10-Keo Sokngon 67').

sumber berita Klik Di Sini
READ MORE - Indonesia VS Kamboja 6 - 0

Kisah Qurban Bu Sumi

Rabu, 02 November 2011

Hallo teman-teman, saya mempunyai sebuah kisah...semoga bisa membuka hati kita masing-masing.  Kisah ini dialami oleh seorang penjual kambing untuk kurban, biar gak penasaran silahkan langsung dibaca.

Kisah ini terjadi ± tahun 1995, sudah cukup lama memang, namun setiap ingin memasuki Iedul Adha saya selalu teringat dengan kejadian yang pernah saya alami ini, dan sampai saat ini saya tidak pernah melupakannya.

Awalnya saat saya sedang menjajakan dagangan bersama teman (kami berempat waktu itu), kami mengeluh karena sudah 3 hari kami berdagang baru 6 ekor yangterjual, tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya sudah puluhan ekor lakuterjual dan hari raya sudah didepan mata (tinggal 2 hari lagi). Kami cukup gelisah waktu itu. Ketika sedang berbincang salah seorang teman mengajak saya untuk sholat ashar dan saya pun bersama teman saya berangkat menuju masjid yang kebetulan dekat dengan tempat kami berjualan. Setelah selesai sholat, seperti biasa saya melakukan zikir dan doa. Untuk saat ini doa saya fokuskan untuk dagangan saya agar Allah memberikan kemudahan semoga kiranya dagangan saya laku/ habis terjual.

Setelah selesai saya dan teman kembali bergegas untuk kembali ke tempat kami jualan, dari kejauhan kami melihat ditempat kami berjualan banyak sekali orang disana dan terlihat teman kami yang berada disana kesibukan demi melayani calon pembeli. Akhirnya saya dan teman saya berlari untuk cepat membantu melayani teman kami. Alhamdulillah pada saat itu sudah ada yang membeli beberapa ekor kambing.  Terima kasih Ya Robb, Engkau telah mendengar dan menjawab doa kami, Syukur saya dalam hati.

Namun setelah semuanya terlayani dan keadaan kembali normal, saya melihat seorang ibu-ibu sedang memperhatikan dagangan kami, seingat saya ibu ini sudah lama berada disitu, pada saat kami sedang sibuk ibu ini sudah ada namun hanya memperhatikan kami bertransaksi. Saya tegur teman saya “Ibu itu mau beli ya ? dari tadi liatin dagangan terus, emang gak ditawarin ya ?,sepertinya dari tadi udah ada disitu. Kayaknya Cuma liat-liat aja, mungkin lagi nunggu bus kali. Jawab teman singkat. Memang sih kalau dilihat dari pakaiannya sepertinya gak akan beli ( mohon maaf.. ibu itu berpakaian lusuh sambil menenteng payung lipat ditangan kanannya) kalau dilihat dari penampilannya tidak mungkin ibu itu ingin berqurban.

Namun saya coba hampiri ibu itu dan coba menawarkan. Silahkan bu dipilih hewannya, ada niat untuk qurban ya bu ?. Tanpa menjawab pertanyaan saya, ibu itu langsung menunjuk, Kalau yang itu berapa bang ? Ibu itu menunjuk hewan yang paling murah dari hewan yang lainnya. Kalau yang itu harganya Rp.600.000,- bu, jawab saya. Harga pasnya berapa bang ?, gak usah tawar lagi ya bu... Rp. 500.000 deh kalau ibu mau. Fikir saya memang dari harga segitu keuntungan saya kecil, tapi biarlah khusus untuk ibu ini. “Uang saya Cuma ada 450 ribu, boleh gak. Waduh... saya bingung, karena itu harga modal kami,akhirnya saya berembug dengan teman yang lain. Biarlah mungkin ini jalan pembuka untuk dagangan kita, lagi pula kalau dilihat dari penampilannya sepertinya bukan orang mampu, kasihan, hitung-hitung kita membantu niat ibu itu untuk berqurban. Sepakat kami berempat. Tapi bawa sendiri ya.. ? akhirnya si ibu tadi bersedia, tapi dia minta diantar oleh saya dan ongkos bajaj-nya dia yang bayar dirumah. Setelah saya dikasih alamat rumahnya si ibu itu langsung pulang dengan jalan kaki. Saya pun berangkat.

Ketika sampai di rumah ibu tersebut. Subhanallaah..... Astaghfirullaah.....

Alaahu Akbar, merinding saya, terasa mengigil seluruh badan saya demi melihat
keadaan rumah ibu tersebut.

Ibu itu hanya tinggal bertiga dengan orang tuanya (ibunya) dan satu orang anaknya di rumah gubuk dengan berlantai tanah dan jendela dari kawat. Saya tidak melihat tempat tidur/ kasur, yang ada hanya dipan kayu beralas tikar lusuh. Diatas dipan sedang tertidur seorang perempuan tua kurus yang sepertinya dalam

kondisi sakit. Mak ... bangun mak, nih liat Sumi bawa apa (oh ternyata ibu ini namanya Sumi), perempuan tua itu terbangun dan berjalan keluar. Ini ibu saya bang ibu itu mengenalkan orang tuanya kepada saya. Mak Sumi udah beliin kambing buat emak qurban, ntar kita bawa ke Masjid ya mak. Orang tua itu kaget namun dari wajahnya terlihat senang dan bahagia, sambil mengelus-elus kambing orang tua itu berucap, Alaahu Akbar, Alhamdulillaah, akhirnya kesampaian juga emak qurban.

Nih bang duitnya, maaf ya kalau saya nawarnya telalu murah, saya hanya kuli cuci, saya sengaja kumpulkan uang untuk beli kambing yang mau saya niatkan buat qurban ibu saya. Aduh GUSTI....... Ampuni dosa hamba, hamba malu berhadapan dengan hambaMU yang satu ini. HambaMU yang Miskin Harta tapi dia kaya Iman. Seperti bergetar bumi ini setelah mendengan niat dari ibu ini. Rasanya saya sudah tidak sanggup lagi berlama-lama berada disitu. Saya langsung pamit meninggalkan kebahagiaan penuh keimanan mereka bertiga.


Bang nih ongkos bajajnya.!, panggil si Ibu, sudah bu cukup, biar ongkos bajaj saya yang bayar. Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah, karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yang sudah mempertemukan saya dengan hambaNYA yang dengan kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya.

kisah ini diambil dari http://www.puarman-asuransi-syariah.blogspot.com
 
READ MORE - Kisah Qurban Bu Sumi